Ikutbet - Tiga Alasan di Balik Pemecatan Mancini

Monday, May 13, 2013

Ikutbet - Tiga Alasan di Balik Pemecatan Mancini - Agen Asiapoker77 - Roberto Mancini resmi dipecat dari jabatannya sebagai manajer Manchester City pada Selasa (14/5/2013) dinihari WIB. Sejumlah alasan pun mengemuka di balik terdepaknya pria asal Italia ini dari kursi manajer Man City.

Ikutbet - Tiga Alasan di Balik Pemecatan Mancini
Ikutbet - Tiga Alasan di Balik Pemecatan Mancini

Agen Poker Online Terpercaya - Setahun setelah keberhasilannya membawa City meraih titel juara Liga Primer Inggris, Mancini harus menerima kenyataan jika dirinya harus dipecat. Manajer 48 tahun itu dinilai gagal membawa The Citizens berprestasi di musim ini.

Tak hanya itu, hubungannya yang tak harmonis dengan sejumlah pemain seperti Samir Nasri, Joe Hart, Mario Balotelli, Carlos Tevez serta Vincent Kompany menjadi salah satu penyebab Mancini harus angkat koper dari Etihad Stadium.

Akan tetapi, Mancini memiliki tiga kegagalan utama yang membuatnya harus rela kehilangan jabatan sebagai manajer Manchester City. Berikut tiga faktor di balik pemecatan Mancio seperti dilansir championsleague.ca.

1. Gagal Bersaing di Kompetisi Eropa

Roberto Mancini telah menghabiskan dana sebesar 285 juta poundsterling untuk memboyong 17 pemain sejak menjabat sebagai manajer Manchester City pada Januari 2009 lalu. Sayang, dana besar yang digelontorkan oleh pemilik klub, Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan masih belum mampu membawa The Citizens bersangi di kompetisi Eropa.

Di Liga Europa musim 2010/2011, Mancini gagal mengantarkan timnya lolos ke perempatfinal setelah takluk 1-2 atas Dynamo Kiev di babak 16 besar. Sementara di Liga Champions musim 2011/2012, langkah Man City terhenti di fase grup karena kalah bersaing dengan Bayern Munich serta Napoli.

Namun, City masih memiliki peluang meraih trofi di Liga Europa karena menempati peringkat ketiga fase grup Liga Champions. Tapi lagi-lagi, kiprah mereka terhenti di babak 16 besar usai kalah agregat dari Sporting Lisbon. Sementara di Liga Champions musim ini, Man City yang tergabung di grup neraka bersama Borussia Dortmund, Real Madrid dan Ajax harus terdampar di dasar klasemen.

2. Penampilan yang Tak Konsisten di Premier League

Setelah sukses meraih gelar juara Liga Primer Inggris di musim 2011/2012 sekaligus trofi liga yang pertama dalam 44 tahun terakhir, penampilan Manchetser City di musim ini di bawah asuhan Mancini terbilang tak konsisten. Permainan yang terlalu mudah ditebak, kurangnya semangat juang serta minimnya kerja sama tim menjadi penyebab kegagalan City bersaing dengan MU.

Mereka hanya mampu meraih 22 kemenangan, sembilan hasil seri dan lima kali kekalahan. Torehan itu pun membuat Sergio Aguero cs tertahan di posisi kedua dan mengoleksi 75 poin hasil dari 36 laga. Mereka tertinggal 13 angka atas MU yang tepat berada di atasnya sekaligus berhasil mengamankan gelar juara Premier League musim 2012/2013.

3. Kekalahan di Final Piala FA dari Wigan Athletic


Man City berhasil melenggang ke final Piala FA usai membungkam Chelsea dengan skor 2-1 di semifinal. Sementara Wigan Athletic sukses menjungkalkan Milwall berkat gol dari Shaun Maloney dan Callum McManaman.

Namun sayang, dalam partai puncak yang berlangsung di Stadion New Wembley, Sabtu (11/5/2013) dinihari WIB, The Citizens secara mengejutkan takluk dengan skor 0-1. Gol tunggal kemenangan Wigan disarangkan oleh Ben Watson di penghujung laga.

Hasil itu pun menunjukan jika permainan Man City masih minim dalam melakukan serangan, buruknya penyelesaian akhir serta determinasi yang tak menunjukkan keinginan meraih gelar juara. Walhasil, musim ini Manchester City dipastikan mengakhiri musim tanpa satu pun gelar juara sekaligus Mancini yang harus rala kehilangan jabatannya sebagai manajer.

0 comments:

Post a Comment